Meminta maaf dan memberi maaf yang sesungguhnya adalah permintaan maaf ataupun pemberian maaf yang dilakukan dan dirasakan dari hati. Jika kita mengingat lagi peristiwa yang telah terjadi, perasaan di hatinya tetap ringan. Misalkan peristiwa itu ada fotonya, atau ada videonya kita akan berani melihatnya dan saat melihatnya perasaan kita biasa saja. Namun jika saat melihat masih ada rasa tidak nyaman dan “kretek” dihati, hal ini menandakan kita masih memiliki mental blok terhadap kejadian tersebut.

Kalau masih ada mental blok dan rasa “kretek” yang tidak enak tsb, sebaiknya di “release” di lepaskan, “let go”. Karena jika dibiarkan rasa bersalah dan rasa marah itu akan secara diam-diam tanpa kita sadari dan ketahui menggerogoti energy kita. Sementara dalam hidup ini apapun yang kita lakukan mulai dari berpikir, bekerja, bersenang-senang, makan, minum, sampai tidur atau melamun pun butuh energy. Apalagi jika kita ingin sukses secara karir, finansial dan kesehatan, maka energi yang dibutuhkan sangatlah banyak.

Cara yang paling mudah untuk melepaskan rasa “kretek” tidak enak tsb adalah dengan mengganti pikiran kita, namun tidak banyak orang yang mudah mengganti pikirannya walaupun secara logika sudah ingin mengikhlaskan, ingin melupakan, ingin “move on” tapi jika ada triger yang mengingatkan kembali maka kita biasanya masih terpancing. Selain masih ada “kretek” saat mengingat, melihat, mendengar kejadian yg lampau tsb, ada lagi ciri ciri lain yang bisa kita pakai sebagai parameter. Ciri ciri terpancing misalkan ada yang menanyakan peristiwa lampau tersebut kita masih antusias menjawab dengan berapi api, ataupun malah menarik diri, supress menekan perasaan. Jika hal ini yang kita alami banyak cara yang dapat membantu untuk melepaskan rasa tidak enak tersebut dengan hasil cepat dan boleh dikatakan menakjubkan. Beberapa teknik antara lain EFT (Emotional Freedom Technique) ini adalah semacam teknik akupuntur tanpa jarum yang juga memasukkan elemen emosi dalam terapinya. TAT (Tapas Aqupressure Technique), NLP (Neuro Linguistic Programming) dimana fokusnya antara lain adalah breaking, anchoring, reframing the pattern. Release yang lebih dalam derajatnya bisa dengan berdzikir memohon ampun, atau dengan teknik ilmiah spt menggunakan Sedona method dari Hale Dowskin yang belajar dari Lester Levenson, Spiritual Technology dari Zivorad, Transedental Meditation nya Maharishi, Hoponopono dari Hawai, atau teknik meditasi sufi yang berakar dari Rumi dan masih banyak lagi.

Semua cara beragam diatas jika diaplikasikan setiap saat dengan sungguh-sungguh akan sangat membantu, hidup kita menjadi ringan, dan lebih jauhnya lagi hasil kegigihan kita untuk membebaskan hati dari rasa bersalah dan rasa marah tsb akan membantu kita meraih kesuksesan karir ,finansial dan kesehatan.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan kegagalan dalam melepaskan energi yang terperangkap dalam rasa bersalah dan rasa marah tsb adalah :
1. Tanpa disadari kita memang lebih senang menyimpan rasa bersalah
dan rasa marah tsb.
2. Focus terapi yang kurang tepat.
3. Tidak siap menerima benefit dari treatment.
4. Metode treatment yang kurang tepat
5. Ego dan pemisahan diri yang sangat kuat
6. Penyelesaian treatment yang prematur
7. Sabotase diri
8. Tidak menanamkan pola pemikiran baru setelah menghilangkan pola lama

Semoga sharing saya bisa membantu meningkatkan kesadaran diri, jika ingin mengetahui lebih jauh mengenai hal dan cara diatas anda bisa melihat www.lovingourselves.com

Love,Light, Action

Irianti Erningpraja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


*